ulil's posts with tag: umum

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag umum
LinkMenulis Tanpa BerguruJul 22, '08 5:55 AM
for everyone
Link: http://webersis.com

Buat yang mau belajar menulis coba main ke blog ini. Panduan lengkap untuk mulai belajar menulis. Dari mulai masalah teknis menulis sampai yang filosofis (cie...).


"Penggunaan kaidah penelitian konvesional kadang malah membahayakan akidah Islam. Misalnya, penggunaan pemikiran sebagai asas sosial yang berasal Auguste Comte, Herbert Spencer, Max Weber, Karl Marx. Begitu pula sifat Sains Sosial pada umumnya yang anti-dogmatis, anti-teologi, dan bebas nilai.

Herbert Spencer menyatakan persaingan sebagai pendesak sosial yang dinamik. Teori yang dipengaruhi Darwinisme ini yang bisa mematikan ukhwah (persaudaraan) dan menafikan Adam serta tanah sebagai asal kejadian manusia.

Pemikiran Max Weber memunculkan kaidah tanpa nilai dalam mengamati fenomena dan realitas sosial. Max memisahkan teologi (agama) dari pengamatan realitas sosial. Padahal, teologi adalah pengukur benar tidaknya realitas tersebut. Contohnya pola penggunaan nafsu, kemiskinan dan jiwa versi Max Weber malah mengumbar keserakahan manusia.

Pemikiran Determinisme Karl Marx yang menganggap keyakinan substruktur (ekonomi) menentukan superstruktur (agama, perundangan, pemerintahan, kebudayaan, dan sebagainya) menafikan agama (Islam) sebagai penentu keseluruhan aspek hidup manusia."

Sumber: http://www.ipb.ac.id/Kritik Metode Penelitian Konvensional

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Terkait dengan masalah pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan angka kemiskinan, buku-buku yang saya baca sebagai referensi untuk menyusun skripsi saya (tentang kehidupan masyarakat tradisional) selalu berakhir dengan kesimpulan bahwa semakin tinggi tekanan penduduk mengakibatkan semakin banyak masyarakat yang miskin karena tidak mampu bersaing, dan semakin rusaknya alam karena eksploitasi yang berlebih. Persis sekali dengan pandangan Herbert Spencer diatas, bahwa persaingan adalah pendesak sosial yang dinamis. Kalau dipermudah artinya mungkin "Siapa yang kuat dia yang menang dan yang kalah akan semakin terinjak." Atau dengan pandangan Max Weber yang memandang manusia sebagai makhluk yang "pasti" serakah.

Kalau mengambil contoh hasil penelitian saya, ternyata sama sekali tidak seperti itu. Sistem kehidupannya sangat kental dengan nilai kolektifitas dan kebersamaan. Misalnya, dalam mengolah lahan untuk kebutuhan hidup masyarakat melakukannya secara berkelompok, jika ada yang tidak mempunya tanah garapan, maka boleh menanam dilahan orang lain dengan imbalan membantu menjaga kebun tersebut (bukan imbalan hasil tanaman). Kemudian, ketika ada upacara adat misalnya kematian, maka anggota masyarakatlah yang membantu dengan menyumbangkan bahan makanan untuk keperluan upacaranya. Dan masih banyak lagi contoh yang menunjukan kalau masyarakat tersebut bisa bersama-sama dan bahu-membahu dengan menanggalkan "keserakahan" pribadinya.

Sistem seperti itu ternyata mampu membuat warga masyarakatnya tetap bertahan dalam kondisi sulit. Contohnya saja, masyarakatnya bisa hidup normal ketika daerah lain mengalami kekurangan pangan (busung lapar). Kemudian tingkat penjarahan/ pencurian kayu di daerah ini paling kecil jika dibanding daerah sekitarnya. Artinya walaupun masyarakat dihadapkan pada masalah tekanan penduduk dan dilanda kesulitan ekonomi mereka dengan nilai-nilai yang dijalankannya bisa tetap bertahan tanpa menimbulkan persaingan yang saling mematikan dan tanpa menimbulkan kerusakan pada alam sekitarnya.

Masyarakat disana benar-benar paham bahwa rezeki itu sudah ada yang mengatur dan tidak akan lari kemana-mana. Dan bahwa perbuatan manusia yang berlebihan mengeksploitasi alam hanya akan menimbulkan kerusakan yang justru akan berakibat pada hilangnya sumber pemenuhan kebutuhan mereka. Jadi tidak ada yang namanya saling sikut-menyikut hanya karena berebut mencari pemenuhan kebutuhan hidup.

Blog EntrySusu kuda liar dari DompuOct 24, '07 12:50 AM
for everyone
Pulang lebaran dari Dompu dapat oleh-oleh susu kuda dari kakak. Susu kuda liar ini udah terkenal lho, banyak manfaatnya, terutama buat obat berbagai penyakit dan menjaga daya tahan tubuh. Susu kuda liar ini bisa tahan 5 bulan lho disimpan dengan suhu kamar biasa.

Sebenarnya yang dimaksud susu kuda liar itu apa sih? Apa susu kuda yang masih liar? Susah dong ngambil air susunya (sambil ngebayangin gaya kobi menaklukan kuda liar yang melompat-lompat). Hehehe. Dinamain susu kuda liar karena susu kuda ini diambil dari kuda yang hidupnya dilepas di gunung-gunung atau di hutan khususnya di daerah Dompu yang banyak memiliki tumbuhan-tumbuhan obat. Jadi karena itulah makanya disebut liar.

Khasiat terjamin deh, udah diteliti oleh Dr. Diana Hermawati. Bisa mengobati penyakit TBC, anemia, asma, reumatik, maag, saluran pencernaan, saluran kencing, sakit pinggang, cepat lelah, menghilangkan rasa nyeri sehabis operasi/bersalin, menjaga daya tahan tubuh, dan menetralisir zat psikotropika dalam tubuh.

Tapi satu hal yang pasti, dari pertama kali minum dulu sewaktu kecil sampe sekarang baru nyobain lagi, rasanya masih GAK ENAK!!!!



Blog EntryTernyata tenis susah-susah gampang ya...Aug 31, '07 4:13 AM
for everyone
Berbekal raket tenis peninggalan alumni asrama yang dulu-dulu banget, akhirnya kemarin pagi saya dan beberapa teman seasrama mencoba bermain tenis di lapangan yang sebenarnya. Lapangan tenis di kampus, nyewa 10.000/2 jam. Hehehe, selama ini beberapa kali nyoba mainnya di lapangan bulu tangkis yang ada diasrama.

Asik juga ya main tenis. Selain capek karena raketnya berat juga capek mungutin bolanya. Dan ternyata gak segampang yang dikira. Sebelumnya saya sering melihat dilapangan itu orang-orang yang main memukul bolanya sampai melayang seperti main bulu tangkis. Setelah dicoba memang seperti itu ya kalau belum bisa. Tapi mungkin karena sudah biasa main tenis meja, yang cara memukul bolanya saya rasa mirip, jadi cepat beradaptasi. Yah... gak malu-maluin banget lah. Hehehe. Jadi ketagihan nih.

Tapi tadi pagi bangun tidur, tangan kanan saya jadi pegal-pegal euy...


Blog EntryPIMNAS Pupuk BokashiJul 14, '07 12:28 PM
for everyone

Tadi sore, diminta bantuin buat poster buat PIMNAS di Lampung (UNILA). Judul PKMM-nya:

APLIKASI PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK-TANI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BOKASHI DALAM PEMENUHAN PRODUKSI PUPUK MANDIRI

Sekalian nih, dilampirin cara buat pupuk bokashinya.

Attachment: Pembuatan_bokashi.rar

Pernah gak sih ngerasa, udah punya banyak bahan untuk membuat tulisan dari baca-baca buku atau artikel, tapi belum juga bisa menuangkannya dalam tulisan. Kayaknya sering banget nih. Kalau saya sendiri, penyebabnya adalah kurangnya pengalaman dalam mengamalkan apa yang di baca.

Bisa saja banyak membaca, kemudian menulis dari hasil menggabungkan berbagai bacaan tersebut. Tapi kalau dipikir itu hanyalah menulis ulang tulisan orang lain dengan bahasa sendiri.

Kemudian masalah tanggung jawab. Misalnya, kita membaca tentang resep obat tradisional, kemudian kita menulis ulang dan memasukannya di blog kita, sedangkan kita sendiri belum pernah mencobanya. Kemudian ada yang mengaku mencoba berdasarkan tulisan kita ternyata malah jadi tambah parah. Nah, bagaimana kita mempertanggung jawakannya sedangkan kita sendiri hanya menyalin dari tulisan lain.

Jadi, membaca mungkin memperkaya wawasan sebagai bahan masukan untuk menulis, tetapi tetap butuh pengalaman langsung biar ebih percaya diri untuk menuliskannya.


Blog EntryOleh-oleh dari festival diskon buku 2007Jul 3, '07 11:26 AM
for everyone
Tadi habis dari Festival Diskon Buku 2007 yang diadakan di Komplek Depdiknas RI. Dan membawa pulang "oleh-oleh" lima buah buku:
  1. Merebut hati lembaga donor. Kiat sukses pengembangan program. Manual dan panduan menyusun proposal dengan teknik analisis kerangka logis (Zaim Saidi, dkk).
    Beli buku ini buat belajar cara bikin proposal program dengan Logical Framework Analysis (LFA).
  2. Membangun lingkungan hidup yang harmoni dan berperadaban (Najmuddin Ramly). Beli buku ini karena masuk kriteria buku yang sedang dicari, yaitu buku-buku yang membahas lingkungan dengan nuansa islami.
  3. Badak terakhir. Koruptor bikin punah hutan (Hario Kecik). Lumayan buat bahan bacaan. Sekalian buat belajar menyusun pengalaman berinteraksi dengan budaya masyarakat lokal menjadi sebuah tulisan.
  4. Bebas dari stres dengan rileksasi dan olahraga (Amru Badran). Lagi pengen mulai berolahraga nih. Jadi butuh buku panduan.
  5. Islam agama ramah lingkungan (Yusuf Al-qaradhawi). Sebenarnya udah punya tapi ada yang pesan jadi beli lagi. Dulu belinya 40.000-an, tadi cuma 12.000... hiks.
Harganya murah-murah lho. Yang diatas ini aja harganya dari 5000, 10.000 dan 12.000. Kebanyakan sih buku-bukunya bernuansa Islam, terus ada stand khusus buku-buku berbahasa inggris, stand buku-buku bekas, stand koleksi CD National Geographic, dll.


ReviewReviewReviewAll the king's menJun 20, '07 12:04 PM
for everyone
Category:Movies
Genre: Other
All the king's men mungkin kurang lebih artinya raja juga manusia (bener gak sih?). Ceritanya tentang seorang yang menyebut dirinya "orang dusun" yang maju mencalonkan diri menjadi gubernur negara bagian Louisiana. Dia maju dengan membawa idealisme untuk memperbaiki dan memperhatikan kaum miskin dan lemah di wilayah tersebut. Dan akhirnya berhasil terpilih menjadi gubernur.

Selanjutnya film ini memperlihatkan bagaimana berada di lingkungan politik yang keras dan kotor bisa menyeret seseorang untuk juga menggunakan cara-cara yang sama kotornya untuk mencapai keberhasilan. Seakan ingin menunjukan pada kita bahwa, hanya orang yang tidak pernah terlibat dalam politik saja yang bisa mengatakan mampu berpolitik secara "bersih".


Kalau melihat teman-teman yang udah lulus tapi lom kerja, rasanya berat juga ya. Kerjaannya ke internet atau kekantor pos buat ngirim lamaran, bangun jam sembilanan, nonton tv, baca koran (nyari lowongan). Jangan-jangan ntar kalo lulus kayak gitu juga...

Tapi kalau dipikir-pikir, sebenarnya kalau kita punya banyak ilmu, keterampilan dan keahlian, kayaknya kecil kemungkinan untuk seperti itu. Misalnya saja nih, di IPB kan mahasiswanya di ambil dari berbagai pelosok Indonesia tuh. Dan kebanyakan adalah orang-orang "ndeso" :). Nah, kalau misalnya selama di Bogor yang kota ini kita ngumpulin berbagai informasi, ilmu, keterampilan, teknologi sederhana, keahlian yang aplikatif, nantikan kalau pulang kampung bisa di praktekan di sana.

Kelebihan kita adalah akses informasi yang luas dan mudah yang tidak dimiliki oleh orang-orang yang hidup di kota kecil atau desa. Kayaknya rugi deh kuliah jauh-jauh dari kampung halaman kalo cuma dapatnya materi kuliah di kelas. Kita bisa nambah ilmu dan keterampilan lewat banyak pelatihan yang diadakan di kampus. Biasanya sih murah-meriah dan bermanfaat tuh. Atau sering-sering ke perpustakaan buat baca-baca buku yang bisa nambah keterampilan dan keahlian kita.

Blog EntryDapat hadiah langsung dari beng-beng ^_^Feb 27, '07 2:48 AM
for everyone
Tadi pagi teman saya seminar. Seperti biasa pasti ada snacknya. Seperti biasa juga, salah satu snack favorit buat seminar adalah beng-beng. Selesai seminar, beng-beng nya dibuka dan mulai dinikmati. Sudah tinggal setengahnya lagi, tiba-tiba mata saya menangkap ada tulisan di bagian dalam bungkusan beng-beng tersebut. Pikiran saya langsung teringat akan iklan yang ada di tv tentang hadiah langsung dari beng-beng yang bisa diperoleh jika kita beruntung. Deg... deg... deg... setelah dibaca tulisan yang ada adalah

HADIAH LANGSUNG
1 (SATU)
BENG-BENG
Berlaku s/d 31 Desember 2007

Hhhh......

Ternyata hadiahnya "cuma" beng-beng satu. Sudah deg-degan duluan, kirain bakal dapat hadiah yang lebih besar. Sempat kecewa juga sih. Tapi kalo dipikir-pikir, mungkin hadiah yang didapat memang disesuaikan dengan kemampuan saya menerimannya. Kalau misalnya saja dapat uang atau laptop, mungkin bisa-bisa pingsan di tempat, kan repot. Hehehe.

Terus nasib hadiahnya bagaimana? Karena harus ditukarkan ke toko terdekat, sedangkan hadiahnya "hanya" satu buah beng-beng, akhirnya bukusan itu dimasukin ke tempat sampah.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help