ulil's posts with tag: tauhid

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tauhid
Blog EntrySifat Allah SWTApr 2, '07 4:23 AM
for everyone
Artikel ini diringkas dari buku Aqidah empat imam. Bagian sifat-sifat Allahnya saja. Saya sendiri merasa penting mengetahui ini untuk menghilangkan berbagai pertanyaan tentang hal ini. Dan satu lagi, walaupun dalam hal fiqih para Imam berbeda pendapat tapi dalam hal aqidah pendapat mereka satu.


Cara memahai sifat Allah

Imam Malik ditanya tentang hadits-hadits mengenai sifat-sifat Allah SWT. Beliau menjawab: “Jalankanlah (baca dan pahami) seperti apa adanya.

Seseorang pernah bertanya kepada Imam Malik: ”Allah ar-Rahman bersemayam (istawa) di atas ’Arsy. Bagaimana Allah bersemayam?” Mendengar pertanyaan itu, Imam Malik marah. Beliau berkata, ”Cara Allah beristiwa’ tidaklah dapat dicerna dengan akal, sedangkan istiwa’ (bersemayam) itu sendiri dapat dimaklumi maknanya. Sedangkan kita wajib mengimaninya, dan menanyakan hal itu adalah bid’ah. Kemudian Imam Malik menyuruh orang itu agar dikeluarkan dari rumah beliau.

Imam Malik pernah berkata: “Hindarilah bid’ah”. Kemudian ada orang yang bertanya, ”Apakah bid’ah itu?” Imam Malik menjawab: ”Penganut bid’ah itu adalah orang yang membicarakan masalah-masalah nama-nama Allah, sifat-sifat Allah, kalam Allah, ilmu Allah, dan qudrah Allah. Mereka tidak mau bersikap diam (tidak memperdebatkan) hal-hal yang justru para sahabat dan tabi’in tidak membicarakannya.”

Imam Abu Hanifah berkata: “Tidak pantas bagi seseorang untuk berbicara tentang Dzat Allah. Tetapi, hendaknya ia menyifati Allah dengan sifat-sifat yang di sebutkan oleh Allah sendiri. Ia tidak boleh berbicara tentang Allah dengan pendapatnya sendiri.”

Imam Abu Hanifah berkata: “Apa yang disebutkan oleh Allah tentang wajah, tangan, dan diri menunjukan bahwa Allah mempunya sifat yang tidak boleh direka-reka bentuknya. Dan juga tidak boleh disebutkan bahwa tangan Allah itu artinya kekuasaan-Nya atau nikmat-Nya, karena hal itu berarti meniadakan sifat-sifat Allah.

Imam Syafi’i pernah ditanya tentang sifat-sifat Allah, dan hal-hal yang perlu diimani, jawab beliau: “Allah Tabaraka wa Ta’ala memiliki nama dan sifat-sifat yang disebutkan dalah al Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad saw., yang siapa pun dari ummatnya tidak boleh menyimpang dari ketentuan seperti itu setelah memperoleh keterangan (hujjah). Apabila ia menyimpang dari ketentuan setelah ia memperoleh hujjah tersebut, maka kafirlah ia. Namun apabila ia menyimpang dari ketentuan sebelum ia memperoleh hujjah, maka hal itu tidak apa-apa baginya. Ia dimaafkan karena ketidaktahuannya itu. Sebab untuk mengetahui sifat-sifat Allah itu tidak mungkin dilakukan oleh akal dan pikiran, tetapi hanya berdasarkan keterangan-keterangan dari Allah.

Imam Ahmad ditanya tentang hadits-hadits yang berkenaan dengan sifat-sifat Allah, melihat Allah, Isra’, dan kisah ‘Arsy. Menurut beliau hadits-hadits tersebut sahih, dan beliau berkata: “Hadits-hadits itu telah diterima oleh ummat Islam, dan jalankanlah (pahamilah) hadits-hadits itu seperti apa adanya.”

Imam Ahmad  berkata: “Sifatilah Allah dengan sifat-sifat yang dipakai oleh Allah untuk menyifati diri-Nya sendiri, dan tinggalkanlah hal-hal yang ditinggalkan oleh Allah untuk menyifati dirinya sendiri.”


Sifat Allah tidak sama dengan sifat makhluk

Imam Abu Hanifah mengatakan: ”Allah tidak boleh disifati dengan sifat makhluk”. ”Siapa yang menyifati Allah dengan sifat-sifat manusia, maka ia telah kafir”. ”Allah itu mengetahui, tetapi tidak seperti mengetahuinya makhluk. Allah itu mampu (berkuasa) tetapi tidak seperti mampu (berkuasanya) makhluk. Allah itu melihat tetapi tidak seperti melihatnya makhluk. Allah itu mendengar tetapi tidak seperti mendengarnya makhluk. Allah itu berbicara tetapi tidak seperti bicaranya makhluk.”

Imam Syafi’I berkata: “Kita menerapkan sifat-sifat Allah ini sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an dan sunnah Nabi saw. dan kita meniadakan tasybih (menyamakan Allah dengan makhluknya).”

”Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia.” (Asy-Syura: 11)


Sifat-sifat Allah SWT

Imam Abu Hanifah berkata: “Allah memiliki sifat-sifat dzatiyah dan fi’liyah. Sifat-sifat dzatiyah Allah adalah hayah (hidup), qudrah (mampu), ‘ilm (mengetahui), sama’ (mendengar), bashar (melihat), dan iradah (kehendak). Sedangkan sifat-sifat fi’liyah Allah adalah menciptakan, memberi rezeki, membuat, dan lain-lain yang berkaitan dengan sifat-sifat perbuatan. Allah tetap dan selalu memiliki asma’-asma’ dan sifat-sifat-Nya.

  • Allah mempunya dua tangan.”tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka” (Al maidah: 64)
  • Allah mempunya tangan kanan. ”dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya” (Az Zumar: 67)
  • Allah memiliki wajah. ”segala sesuatu akan hancur kecuali wajah Allah.” (al Qashash: 88)
  • Allah memiliki telapak kaki ”sehingga Allah meletakkan telapak kakinya di Jahanam.” (HR. Bukhari Muslim)
  • Allah tertawa terhadap hamba-hamba-Nya yang mukmin. ”kelak akan bertemu dengan Allah, dan Allah tertawa kepadanya.” (HR. Bukhari Muslim)
  • Allah turun setiap malam ke langit yang terdekat dengan bumi. "Apabila berlalu separuh malam atau duapertiganya, Allah Ta'ala turun ke langit dunia." (HR. At Turmizi)
  • Mata Allah tidak pecak sebelah. ”dajjal itu pecak sebelah matanya, sedangkan Allah tidak pecak mata-Nya. (HR. Bukhari Muslim)
  • Orang-orang mukmin kelak akan melihat allah pada hari kiamat dengan mata kepala mereka. ”kepada Tuhannya wajah-wajah itu melihat.” (Al Qiyamah: 23)
  • Allah punya jari-jemari. ”Tidak ada satu buah hati kecuali ia berada di antara jari-jari Allah ar-Rahman.” (HR. Imam Ahmad)



© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help