“Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia."
***
Diantara 12 bulan lainnya, bulan adalah ramadhan bulan yang paling dinantikan oleh tiap muslim. Semakin dekat hari kita memasuki ramadhan, kita rasakan sendiri bagaimana kegembiraan hati kita menantinya. Kita siapkan segala sesuatu, dari mulai baca-baca buku tentang ramadhan, beli persediaan makanan, merancang aktivitas harian dan persiapan lainnya.
Setelah menghadirkan kegembiraan seperti itu, yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkan kelebihan yang Allah berikan pada bulan ramadhan ini. Salah satu yang terbaik adalah, bulan ramadhan ini Allah jadikan sebagai bulan pengampunan bagi kita. Setelah menumpuk dosa kita di 11 bulan sebelumnya, seharusnya ramadhan ini menjadi bulan yang benar-benar kita nantikan karena keistimewaannya ini.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, (bahwasanya) beliau bersabda,
"Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (Hadits Riwayat Bukhari Muslim). Makna “Penuh iman dan Ihtisab" yakni membenarkan wajibnya puasa, mengharap pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, tidak merasa berat dalam mengamalkannya.
Jadi alangkah sayangnya, kegembiraan kita menyambut ramadhan ini hanya diikuti oleh aktifitas yang tidak jauh berbeda dengan hari-hari lainnya. Kalau kita masih lebih memilih menanti waktu sahur dengan menonton bola atau lawakan yang ada di televisi, dari pada menghabiskan waktu dengan sholat malam, apa bedanya dengan hari-hari lainnya?
Kalau kita masih memilih mengisi siang kita dengan tidur-tiduran atau menghabiskan waktu dengan bermain game atau jalan-jalan yang gak penting dari pada membaca dan mentadabburi al Qur'an, apakah ramadhan yang telah kita nanti-natikan datangnya itu tidak menjadi sia-sia?
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu juga, (bahwasanya) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah naik mimbar kemudian berkata :
"Amin, Amin, Amin” Ditanyakan kepadanya :
“Ya Rasulullah, engkau naik mimbar kemudian mengucapkan Amin, Amin, Amin?” Beliau bersabda.
“Sesungguhnya Jibril ‘Alaihis salam datang kepadaku, dia berkata : “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan “Amin”, maka akupun mengucapkan Amin….” (Hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah)
Sekali lagi, ramadhan ini cuma 30 hari dari 360 hari dan cuma 1 bulan dari 12 bulan yang ada. Belum tentu tahun depan kita diberi kesempatan untuk bertemu lagi. Jadi mari kita manfaatkan keutamaannya untuk menghapuskan kesalahan 11 bulan sebelumnya dengan amal ibadah yang optimal dan menjauhi perbuatan yang sia-sia.
Jangan samakan hari-hari ramadhanmu dengan hari-hari biasa.